PENDAHULUAN
Lingkungan pendidikan adalah segala
sesuatu yang ada dan terjadi disekeliling proses pendidikan itu berlangsung
yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuh tumbuhan dan benda benda mati.
Keempat kelompok benda benda lingkungan pendidikan itu ikut berperan dalam
rangka usaha setiap siswa/ mahasiswa mengembangkan dirinya. Tetapi manajemen
pendidikan menaruh perhatiannya terutama kepada lingkungan yang berwujud
manusia yaitu masyarakat.
Perhatian manajement pendidikan
kepada masyarakat terpusat kepada kelompok manusia atau masyarakat lingkungannya
karena masyarakatlah yang bisa diajak berbicara tentang hal hal yang menyangkut
tentang pendidikan termasuk putra putri mereka yang akan menglami proses
jenjang pendidikan di dalam sekolah.
Pada kesempatan kali ini pemakalah
akan mencoba untuk membahas tentang hubungan manajemen pendidikan dengan
masyarakat, mengapa manajemen menangani masyarakat, dan apakah hubungan lembaga
pendidikan dengan masyarakat?
PEMBAHASAN
Pengertian Management ialah proses
mengintegrasikan[1]
sumber sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan
suatu tujuan. Yang dimaksud sumber disini ialah mencakup orang orang, alat alat,
media, bahan bahan, uang dan sarana, semuanya dikoordinasikan agar terpusat
dalam rangka menyelesaikan tujuan[2].
Pengertian Pendidikan adalah merupakan suatu usaha dan kegiatan yang berproses melalui
tahap tahap dan tingkatan tingkatan. Tujuan pendidikan bukanlah suatu benda
yang berbentuk tetap dan statis, tetapi ia merupakan suatu keseluruhan dari
kepribadian seseorang berkenaan dengan seluruh aspek kehidupannya di masyarakat[3], dan pendidikan berisi tentang sikap, tingkah
laku pribadi masyarakat, menuju kesejahteraan hidup perorangan dan bermasyarakat[4].
Pengertian Masyarakat sekelompok kumpulan manusia atau lingkungan yang berwujud manusia[5].
Dengan demikian jelaslah bahwa
lembaga pendidikan itu bukanlah badan / lembaga yang berdiri sendiri dalam
membina pertumbuhan dan perkembangan putra putri bangsa, melainkan ia merupakan
suatu bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat yang luas. Ia sebagai
system terbuka yang selalu mengadakan kerja sama dengan warga masyarakat
lainnya, secara bersama sama membangun di bidang pendidikan.
A.
Mengapa Manajemen Pendidikan Menangani Masyarakat.
Organisasi pendidikan adalah merupakan
suatu sistem yang terbuka. Sebagai system terbuka berarti lembaga
pendidikan selalu mengadakan kontak dengan lingkungannya. Konsep ini bisa
dicocokkan dengan praktek praktek pendidikan yang telah terjadi, sekolah yang
tidak punya nama baik di mata masyarakat dan akhirnya mati, adalah sekolah yang
tidak dapat memberikan hubungan baik dengan masyarakat pendukungnya. Dengan
berbagai sebab masyarakat tidak mau menyekolahkan putra putri mereka kesekolah
itu, yang membuat sekolah itu tidak dapat siswa.
Sebaliknya sekolah yang mampu
mengadakan kontak hubungan dengan masyarakatnya akan bisa bertahan lama, bahkan
mungkin bertambah maju dan berkembang.
Walaupun pada awalnya sekolah ini belum banyak memiliki fasilitas, dana masih
kecil, dan lain sebagainya, namun karena kemampuan manajernya mendekati para
dermawan, orang orang yang berpengaruh, orang orang yang cinta akan pendidikan
dan disertai dengan himbauan himbauannya yang memikat dan rasional, maka
sekolah itu bisa bertahan lama bahkan mungkin akan semakin berkembang dan maju.
Masyarakat akan berbondong bondong memasukkan putranya kesekolah itu, kini
sekolah itu menjadi besar dan maju[6].
B.
Hubungan Lembaga Pendidikan Dengan Masyarakat.
Ada hubungan saling memberi dan
saling menerima antar lembaga pendidikan dengan masyarakat sekitarnya. Lembaga
pendidikan merealisasi apa yang dicita citakan oleh warga masyarakat tentang
pengembangan putra putri mereka. Hampir tidak ada orang tua siswa/ mahasiswa
yang mampu membina sendiri putra putri mereka untuk dapat tumbuh dan berkembang
secara total, integrative[7],
dan optimal seperti yang dicita citakan oleh bangsa Indonesia. itulah sebabnya lembaga pendidikan
mengambil alih tugas ini. Lembaga Pendidikan memberikan sesuatu yang berharga
kepada masyarakat.
Disamping layanan terhadap
masyarakat berupa pendidikan dan pengajaran terhadap putra putri warga
masyarakat lembaga pendidikan juga menyediakan diri sebagai agen pembaru atau
mercu penerang bagi masyarakat. Banyak hal baru yang bermanfaat bagi masyarakat
bersumber dari lembaga pendidikan di samping dari sumber sumber lain.
Pemanfaatan ampas tebu menjadi pupuk, cara memelihara ternak, cara memberantas
hama, penemuan penemuan teknik sederhana untuk pedesaan, dan sebagainya adalah
contoh contoh realisasi lembaga pendidikan sebagai agen pembaharuan.
Fungsi layanan itu tidak hanya
terbatas kepada pemberian pendidikan dan pengajaran kepada putra warga
masyarakat, tetapi juga melayani aspirasi[8]
daerah daerah lain yang tidak sama yang membuat masing masing daerah memiliki
kebutuhan sendiri sendiri. Kebutuhan daerah industri misalnya tidak sama dengan
kebutuhan daerah pertanian, tidak sama juga dengan daerah pariwisata dan
sebagainya. Itulah yang bisa diberikan oleh lembaga pendidikan kepada
masyarakat. Sebaliknya masyarakat juga memberikan sesuatu yang tidak kalah
pentingnya daripada pemberian lembaga pendidikan kepadanya.
Selanjutnya
dengan mengadakan kontak hubungan dengan masyarakat memudahkan organisasi
pendidikan itu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi lingkungannya.
Lembaga pendidikan lebih mudah menempatkan dirinya dimasyarakat dalam artian
dapat diterima sebagai bagian dari milik warga masyarakat, lembaga pendidikan
dapat mengikuti arus dinamika masyarakat lingkungannya.
Hubungan kerja sama dengan masyarakat mengikuti perubahan perubahan
lingkungan dengan pendekatan situasional memungkinkan lembaga itu tetap berdiri
sebab ia berada dalam hidup bersama masyarakat dan sekaligus menjadi penerang atau innovator bagi masyarakat, inilah yang harus diusahakan oleh para
manager pendidikan[9].
![]() |
Gambar 01
Hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat
Sebagai lembaga yang berfungsi sebagai agen pembaharuan terhadap
masyarakatnya, ia selalu mengikutsertakan masyarakatnya agar pekerjaannya
menjadi lebih efektif. Setiap aktivitas yang pendidikan terutama yang bersifat
inovatif sepatutnya dikomunikasikan terlebih dahulu kepada warga masyarakat
atau orang tua. Agar mereka sebagai penggung jawab salah satu lembaga, tahu dan
memahami mengapa aktifitas itu diadakan. Pemahaman ini akan menghindarkan
suasana tegang pada lingkungan belajar, yaitu lembaga pendidikan dan masyarakat
sekitarnya. Seperti dilakukan oleh beberapa sekolah dalam menentukan besar
sumbangan pembangunan gedung misalnya, selalu didahului oleh komunikasi antara
sekolah dengan para orang tua wali disertai dengan deskrepsi kegunannya.
Komunikasi dan
kerjasama yang baik dapat membuat pandangan masyarakat yang keliru tentang guru
atau dosen menjadi lurus atau benar. Bahwa guru atau dosen tidak hanya mengajar
dikelas sajah tapi mendidik mereka juga demi kepentingan yang dididik dan yang
diajar dan bahwa tidak benar mereka mendapatkan nafkah dengan cuma cuma pada
setiap penerimaan siswa atau mahasiswa
baru, kalaupun ada hal ini merupakan tanggung jawab pribadi yang tidak banyak
jumlahnya.
Secara terinci manfaat hubungan
lembaga pendidikan dengan masyarakat adalah sebagai berikut (Made Pidarta,
1986, h. 361).
|
Manfaat hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat
|
|
|
Bagi Lembaga Pendidikan
|
Bagi Masyarakat
|
|
1.
Mempermudah
memperbaiki Pendidikan
2.
Memperbesar
usaha meningkatkan professi pengajar
3.
Konsep
masyarakat tentang guru/ dosen menjadi benar
4.
Mendapat
koreksi dari masyarakat
5.
Memudahkan
meminta bantuan dari masyarakat
6.
Memudahkan
pemanfaatan nara sumber
7.
Mendapat
dukungan Moral dari masyarakat
|
1.
Mengetahui
hal hal persekolahan dan inovasinya.
2.
Kebutuhan
kebutuhan masyarakat tentang pendidikan lebih mudah untuk diwujudkan
3.
Menyalurkan
kebutuhan ber-
partisipasi dalam pendidikan
4.
Melakukan
usul usul terhadap lembaga pendidikan
|
C.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pendidikan Di Sekolah / Perguruan
Tinggi
Masyarakat memandang sekolah
(lembaga Pendidikan) sebagai cara yang meyakinkan dalam membina perkembangan
para siswa(dan mahasiswa) karena itu masyarakat berpartisipasi dan setia
kepadanya, namun hal ini tidak otomatis terjadi terutama di negara negara
berkembang termasuk di Indonesia.
Untuk mengikutsertakan warga
masyarakat ini dalam pembangunan pendidikan disekolah perguruan tinggi sudah
sepatutnya para manager pendidikan melalui tokoh tokoh masrakat aktif menggugah
perhatian mereka. Para manajer dapat mengundang para tokoh untuk membahas
kerjasama dalam meningkatkan pendidikan. Dalam pertemuan ini mereka akan mengdu
pendapat, bertukar pikiran, unutk menemukan alternative alternative peningkatan pendidikan. Keputusan diambil
secara musyawarah untuk memperoleh alternative yang terbaik.
Dalam usaha membina hubungan dan
kerjasama antar lembaga pendidikan dan masyarakat sesungguhnya sudah ada
beberapa badan yang dapat membantu para menejer pendidikan, badan badan itu
ialah Dewan penyantun, Dewan pendidikan, dan Komite sekolah.
Dewan penyantun adalah suatu badan
yang anggota anggotanya terdiri dari beberapa tokoh masyarakat yang menaruh
minat terhadap bidang pendidikan. Dalam batas batas tertentu dewasa ini dapat
mencampuri urusan perguruan tinggi, sehingga ia memiliki data informasi yang
jelas dan mampu berkomunikasi dengan manajer perguruan tinggi dalam memecahkan
masalah problem pendidikan.
Tugas utama dewan penyantun adalah
menjadi penghubunga antar sekolah dan perguruan tinggi dengan masyarakat.
Maslah masalah perguruan tinggi yang berkaitan dengan masyarakat dibahas
bersama antara para manager dan anggota dewan, kemudian ditangani oleh dewan
dan masyarakat. Isi masalah itu bermacam macam sesuai dengan jenis jenis
partisipasi yang diharapkan dari masyarakat itu sendiri.
D.
Kegiatan Kerjasama
Sebelumnya telah diuraikan bahwa
antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terjadi kerjasama saling memberi
dan saling menerima. Lembaga pendidikan memberikan layanan terhadap masyarakat
untuk kebutuhan kebutuhan mereka, termasuk sebagai agen pebaruan terhadap
maasyarakat dengan penemuan penemuan dan inovasi inovasinya. Sebaliknya masyarakat
mengimbangi pemberian lembaga pendidikan dengan ikut berpartisipasi dan bertanggung
jawab kelangsungan hidup dan kemajuan lembaga.
Agar kerja sama lembaga pendidikan dengan masyarakat efektif,
mendapat respon yang positif dari masyarakat agar membentuk program, yang memenuhi syarat syarat sebagai berikut:
1.
Jujur
2.
Mulia
3.
Mencakup segala yang diperlukan
4.
Komprehensif
5.
Sensitive terhadap masyarakat
6.
Dapat dipahami oleh masyarakat
Program lembaga yang menyagkutkan masyarakat dalam usaha
meningkatkan pendidikan semuanya bersifat mulia dan jujur selama hal itu
dilaksana kan secar terbuka. Ketrbukaan ini sangat diperlukan untuk
mempertahankan kegairahan warga masyarakat dalam berpartisipasi untuk membangun
lembaga pendidikan.
KESIMPULAN
·
Lembaga pendidikan merupakan suatu system yang terbuka, seruan ini
mengisyaratkan bahwa lembaga pendidikan tidak menutupi diri, melainkan
selalu mengadakan kontak hubungan dengan
dunia luar yaitu orang tua, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
·
Hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat sama halnya dengan
pertahanan hidup, layanan terhadap masyarakat juga akan semakin meningkat bila
hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat semakin baik.
·
Lembaga pendidikan harus mengikut sertakan warga masyarakat dalam
pembangunan pendidikan disekolah/ perguruan tinggi, melalui tokoh tokoh
masyarakat yang aktif, sehingga dapat memberikan perhatian dan pengaruh yang
baik bagi masyarakat dan lembaga pendidikan.
PENUTUP
Setelah kita membahas manajement
pendidikan masyarakat dapat kita ambil banayak manfaat bahwasannya komunikasi
tentang pendidikan kepada masyarakat tidak cukup hanya dengan informasi ferbal
saja, informasi ini perlu dilengkapi dengan pengalaman yang nyata yang
ditunjukan kepada masyarakat dilingkungan
sekitar.
Semoga apa yang kita bahas pada pagi
hari ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, dan dapat memberikan
tambahan untuk khazanah ilmu kita semua, amin.
[1] Menjadikan satu penyatuan dari usaha usaha yang terpecah.
[2]Proff. DR. Made Pidarta. Management Pendidikan Indonesia PT.
Rineka Cipta, Jakarta cetakan kedua, September 2004 hal. 170
[3] Dr. Zakiyah Darajat, dkk. Ilmu Pendidikan Islam,
PT Bumi Askara, Jakarta cetakan kedelapan, Agustus 2009. Hal.
28
[4] Ibid, hal 25
[5] Made Pidarta. Management
Pendidikan Indonesia PT. Rineka Cipta, Jakarta cetakan kedua, September
2004 hal.
[7] Penyatuan menjadi satu kesatuan yang utuh, penyatuan ,
penggabungan, pemaduan.
[8] Dr. Zakiyah Darajat, dkk. Ilmu Pendidikan Islam,
PT Bumi Askara, Jakarta cetakan kedelapan, Agustus 2009.
[9] Made Pidarta. Management
Pendidikan Indonesia PT. Rineka Cipta, Jakarta cetakan kedua, September
2004 hal. 184

Tidak ada komentar:
Posting Komentar