Jumat, 15 Juni 2012

Pengembangan Kurikulum


Pengembangan kurikulum didasari atas asas-asas berikut :
1.   Asas Psikologis anak Indonesia saat ini
2.   Asas Sosiologis/ keadaan bangsa Indonesia sendiri
3.   Asas perkembangan IPTEKS di Dunia
4.   Asas Filsafat bangsa sendiri yaitu  Filsafat Pancasila

1.ASAS PSIKOLOGIS:
·         Manusia adalah mahluk yang bersifat unitas multi multiplex yang terdiri atas sembilan aspek psikologi yang komplek tetapi satu kesatuan.
·         Aspek tersebut dikembangkan dengan perantara berbagai mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum :
a.       Aspek Ketakwaan :  Dikembangkan dengan kelompok bidang agama
b.      Aspek Cipta : Dikembangakan dengan kelompok bidang studi eksaktra sosial, bahasa dan filsafat.
c.       Aspek Rasa : Dikembangkan dengan kelompok bidang studi seni.
d.      Aspek Karsa :Dikembangkan dengan keompok bidang studi etika, budi pekerti, agama,, PMP, PPKN
e.       Aspek Karya (kreatif) :Dikembangkan melalui kegiatan penelitian, independent study, dan pengembangan bakat.
f.       Aspek Karya (keprigelen) :Dikembangkan dengan berbagai macam bidang keterampilan
g.       Aspek Kesehatan :Dikembangkan dengan kelompok bidang studi  kesehatan dan olahraga.
h.      Aspek Sosial :Dikembangakan melalui kegiatan  praktik lapangan, gotong royong, kerja bakti, KKN, PPL Aspek Individu :Dikembangkan pembinaan bakat dan kerja mandiri.

Havighurs mengemukakan, bahwa kebutuhan anak tergantung pada fase-fase perkembangan, diantaranya sebagai berikut :
1.      Bayi dan anak kecil      : belajar berjalan dan berbahasa.
2.      Anak sekolah               : belajar membaca, menulis dan berhitung.
3.      Masa muda                  : belajar bergaul, bertanggung jawab dan mandiri.
4.      Masa dewasa               : belajar  kebutuhan keluarga.
5.      Masa tengah baya        : belajar  tanggung  jawab.
6.      Masa dewasa lanjut      :masa penenangan dan penyesuaian dgn kenyataan.

Tahap-tahap perkembangan pada anak-anak dan ciri-cirinya menurut Piaget :
1.      0-2       : Sensomotor : Anak hanya tertarik pada peristiwa waktu itu, yang menarik adalah benda     kongkrit yang ada dihadapannya, begitu benda itu hilang sudah tidak diperhatikan lagi.
2.      2.2-7    :  Pra Operasional: Perkembangan bahasa cepat, gemar meniru, fantasi berkembang, tidak dapat berbohong
3.       7-11    :  Operasional Konkrit : Tertarik pada kenyataan, tertarik pada aturan berfikir secara harfiah
4.      11-16   :  Operasional Formal : Pola pikir berkembang, rasional, berpikir abstrak, tahu persamaan, dan perbedaan.

2. Asas Sosiologi:
·         Sosiologi adalah ilmu pengetahuan  yang menyelidiki berbagai gejala sosial hubungan antara individu, antar golongan, lembaga sosial. Disebut juga sebagai ilmu masyarakat.
·         Dalam kehidupan sehari-hari anak selalu bergaul dengan lingkungan atau dunia sekitar  yang tergolong menjadi tiga bagian besar ; Dunia alam kodrat, dunia sekitar berupa benda-benda buatan manusia dan dunia sekitar manusia.

A.    Dunia Alam Kodrat
  • Dunia  alam kodrat adalah segala sesuatu diluar diri manusia  yang bukan buatan manusia, misalnya : gunung, lautan, cuaca, sungai, hutan.
  • Penyusunan kurikulum hendaknya berusaha untuk memasukan problem-2 gejala alam kodrat pada lembaga pendidikan, dimulai dari yang sederhana sampai ke yang sangat rumit dengan pendekatan observasi, survei dan penelitian serius.
B.     Dunia sekitar berupa benda-benda buatan manusia
  • Adalah benda-benda yang dibuat oleh manusia untuk keperluan pemuasan kebutuhan manusia, seperti meja, kursi, alat makan, alat elektronik, komputer, internet dan lain-lain.
·         Atas dasar landasan ilmu pengetahuan dan diolah dengan keterampilan akan melahirkan teknologi yang canggih, dan ini hendaknya dimasukan menjadi bagian dari kurikulum dalam lembaga-lembaga pendidikan.
C.     Dunia sekitar Manusia
  • Dunia sekitar manusia merupakan dunia sekitar  yang komplek, selalu berubah dan dinamis. Interaksi antar individu terjadi secara aktif.
  • Agar interaksi berjalan tertib diadakan norma-norma yang tertulis maupun tidak (adat istiadat)
·         Dalam interaksi inilah masing-masing individu belajar mendewasakan diri untuk saling berbagi. Dinamika kehidupuan yang dinamis seperti ini dengan sendirinya menimbulkan sistem pendidikan dan pengajaran tersendiri.

3. Asas Filosifis                                                   
  • Falsafah bangsa Indonesia adalah pancasila. Dengan sendirinya segala kegiatan dilakukan baik oleh lembaga maupun individu hendaknya tidak bertentangan dengan pancasila.
  • Asas filosifis dalam penyusunan kurikulum, berarti bahwa dalam penyusunan kurikulum hendaknya berdasar dan terarah pada falsafah bangsa yang dianut.

4 .Asas perkembagan IPTEKS
  • Teknologi sebagai hasil dari karya cipta, rasa dan karsa manusia akan selalu dinamis dan progresif, artinya bahwa teknologi tidak akan mundur kebelakang tetapi terus maju kedepan dan berkembang.
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Ilmu pengetahuan sebagai bahan dan teknologi sebagai prakteknya. Hendaknya penyusun kurikulum saat menyusun dan memasukan bahan ajar bersifat dinamis dan fleksibel terhadap perkembangan teknologi.

Apa isi dari kurikulum ?
  1. Berbagai program pendidikan yang berisi kegiatan pendidikan dan pengajaran.
  2. Yang dirancangkan, direncanakan, dan diprogramkan secara sistemik.
3.      Lembaga pendidikan merencanakan berdasar kriteria-kriteria : pancasila, UUD 1945, GBHN,   norma2 yg berlaku, kebutuhan peserta didik, dan perkembangan IPTEK.
4.      Tujuan Pendidikan.

Apa yang dikembangkan pada kurikulum?
  1. Program dan sistem perjenjangan.
  2. Sistem kredit.
  3. Sistem semester.
  4. Sistem Administrasi.
  5. Sistem Bimbingan.
  6. Sistem Evaluasi.

Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum   
  1. Merencanakan, merancang dan memprogramkan bahan ajar dan pengalaman belajar (mata pelajaran, sistem pencanpaian, media dan evaluasi hasil belajar).
  2. Karakteristik peserta didik.
  3. Tujuan yang akan dicapai.
4.      Kriteria-kriteria untuk mencapai tujuan (pengembangan harus sesuai dengan pancasila, UUD 45, nilai-nilai dan norma hidup, dan tujuan pendidikan).

Siapa yang mengembangkan kurikulum?
Yang mengembangkan kurikulum adalah pihak-pihak yang terkait dengan kurikulum :
1.      Pihak produsen : para nara sumber yang ada di Depdiknas, Dinas P dan K, Dikti, guru-guru yang ahli dalam bidangnya dan sebagainya.
2.      Pihak konsumen: Nara sumber yang ada di berbagai perusahaan, perindrustrian, bank, BUMN dan dinas yang terkait.
3.      Pihak ahli yang relevan : Psikolog, Filosof, Sosiolog, Metodolog, Ahli Teknologi pendidikan.
4.      Pihak guru yang memenuhi syarat.

Pengembangan kurikulum terjadi pada dua komponen pokok
1.      Struktur program. Hampir setiap perubahan kurikulum, struktur program selalu ikut berubah baik hilangnya maupun lahirnya pelajaran baru, alokasi waktu untuk setiap program maupun setiap mata pelajaran.
2.      Silabus. Untuk menyesuaikan perkembangan zaman, maka sumber bahan, sistem penyesuaian dan media yang dipakai selalu menyesuaikan.

Pendekatan pengembangan kurikulum :
  1. Pendekatan berdasarkan materi.
  2. Pendekatan berdasarkan tujuan.
  3. Pendekatan berdasarkan kemampuan.

1.Pendekatan berdasarkan materi:
Langkah-langkah pengembangan kurikulum dengan menggunakan pendekatan berdasarkan materi :
1.    Menetapkan bahan yang akan diajarkan.
2.    Menetapkan cara mengetahui hasil belajar.
3.    Menetapkan cara mengajar yang baik.
4.    Menetapkan cara pengorganisasian bahan pelajaran.
5.    Menetapkan buku sumber yang relevan.
6.    Menetapkan media yang digunakan.
7.    Menetapkan tujuan pendidikan.

# Fungsi Pengembangan Kurikulum.

            Dalam aktivitas belajar mengajar, kedudukan kurikulum sangat krusial, karena dengan kurikuluManak didik akan memperoleh manfaat yang jelas( benefit) Selain manfaat yang dapat dirasakan anak didik, kurikulum juga memiliki berbagai fungsi lainnya :
1.    Fungsi kurikulum dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.
2.    Fungsi kurikulum bagi anak didik
3.    Fungsi kurikulum bagi pendidik
4.    Fungsi Kurikulum bagi pembina Sekolah
5.    Fungsi kurikulum bagi orang tua
6.    Fungsi kurikulum bagi sekolah tingkat diatasnya
7.    Fungsi kurikulum bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah.

1.Fungsi kurikulum dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.

              Kurikulum pada suatu sekolah merupakan alat atau usaha mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan krusial untuk dicapai, sehingga salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meninjau kembali tujuan yang selama ini digunakan dengan menjadikan kurikulum sebagai alat peninjaunya.
            Pendidikan tertinggi sampai terendah mempunyai tujuan, yakni tujuan yang akan dicapai setelah berakhirnya aktivitas belajar.
            Secara hirarki di Indonesia terdapat empat tujuan pendidikan yang dapat dikemukakan : Tujuan nasional, institusional,kurikuler, dan instruksional.

2.Fungsi kurikulum bagi anak didik.
               Keberadaan kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun merupakan suatu persiapan bagi anak didik. Anak didik diharapkan mendapat sejumlah pengalaman baru yang dikemudian hari dapat dikembangkan seirama dengan perkembangan anak, agar dapat memenuhi bekal hidupnya nanti.

            Rasulullah bersabda :” Didiklah anak-anakmu, karena mereka diciptakan untuk menghadapi zaman yang lain dari zamanmu.

            Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum diharapkan mampu menawarkan program-program pada anak didik yang akan hidup di zamanya dengan latarbelakang sosial dan budaya yang berbeda.

3.Fungsi kurikulum bagi pendidik.
Bagi pendidik kurikulum berfungsi sebagai :
1.      Pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar pada anak didik.
2.      Pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak didik dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang diberikan Untuk mengarahkan tugas , peran dan fungsi guru sebagai pendidik dan pengajar, karena guru menempati posisi strategis dalam proses pendidikan dan pengajaran.

4.Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah.
1.      Sebagai pedoman dalam mengadakan supervisi, yakni memperbaiki situasi belajar.
2.      Sebagai pedoman dalam melaksanakan fungsi supervisi dalam menciptakan sutasi belajar yang lebih baik.
3.      Sebagai pedoman untuk pengembangan kurikulum pada masa yang akan datang, melihat pada fungsi kepala sekolah sebagai administrator.
4.      Sebagai pedoman untuk  mengadakan evaluasi atas kemajuan belajar mengajar.

5.Fungsi Kurikulum bagi Orangtua.
1.      Bagi orangtua kurikulum difungsikan sebagai bentuk adanya partisipasi orangtua dalam membantu usaha sekolah dalam memajukan putra-putrinya.
2.       Bagi orangtua kurikulum dapat difungsikan juga untuk mengetahui pengalaman belajar yang diperlukan putra-putri mereka.

6.Fungsi Kurikulum bagi Masyarakat dan Pemakai Lulusan.
Dengan mengetahui kurikulum, setidaknya masyarakat dan pemakai lulusan dapat melaksanakan sekurang-kurangnya dua hal berikut :
1.      Ikut memberikan kontribusi dalam memperlancar pelaksanaan program pendidikan yang membutuhkan kerja sama dengan pihak orangtua dan masyarakat.
2.      Ikut memberikan kritik dan saran yang konstruktif demi menyempurnakan pendidikan di sekolah, agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja.
# Fungsi-Fungsi Lain Kurikulum Menurut  Alexander Inglis (Principle of  Secondary Education) 1981.
1.    Fungsi Penyesuaian
2.    Fungsi Pengintegrasian
3.    Fungsi Pembeda
4.    Fungsi Persiapan
5.    Fungsi Pemilihan
6.    Fungsi Diagnostik

1. Fungsi Penyesuaian:
  Lingkungan senantiasa berubah, tidak statis, bersifat dinamis, karena itu anak didik diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi seperti itu. Semuanya mesti disesuaikan dengan kondisi dan keadaan perorangan.
  Program pendidikan harus diarahkan pada berbagai aspek kehidupan, sarana dan juga usaha anak didik dalam mengembangkan kehidupannya sebagai individu, anggota masyarakat atau warga negara

Menurut Muhammad Fadhil Al-Jamali, bahwa pendidikan yang terdapat dalam Al-Qur’an berorientasi pada :
1.      Mengenalkan individu akan perannya diantara sesama mahluk dengan beragam tanggung jawabnya.
2.      Mengenalkan individu akan individu sosial dan tanggung jawabnya dalam tata hidup bermasyarakat.
3.      Mengenalkan individu akan alam ini  dan mendorong mereka mengetahui hikmah diciptakannya alam, serta memberikan kemungkinan kepada mereka untuk mengambil manfaat dari alam.
4.      Megenalkan individu akan pencipta alam ini yaitu Allah SWT dan memerintahkan agar beribadah kepadaNya.

2. Fungsi Pengintegrasian:
  Dalam hal ini, orientasi dan fungsi kurikulum adalah mendidik anak didik agar mempunyai pribadi yang integral. Mengingat anak didik merupakan bagian integral dari masyarakat, pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan atau pengintegrasian masyarakat.
  Implikasinya, kurikulum diharapkan mampu mengintegrasikan diri dalam masyarakat dengan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan cara berpikir yang dimiliki.

3. Fungsi Perbedaan:
  Kurikulum hendaknya dapat memberi pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dan masyarakat, yang mana perbedaan itu akan mendorong orang berpikir kritis da kreatif dan akhirnya akan menggerakan kemajuan sosial dalam masyarakat.
  Pada prinsipnya, potensi yang dimiliki anak didik itu memang berbeda-beda, dan peran pendidikanlah untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada itu secara wajar, sehingga anak didik daspat hidup dalam masyarakat yang senantiasa beranekaragam namun satu tujuan pembangunan.
  Berkaitan dengan perbedaan pada anak didik, sebuah hadits Nabi S.A.W mengungkapkan :” Kami para Nabi diperintahkan untuk menempatkan manusia sesuai dengan potensi akalnya.”

4.Fungsi Persiapan:
  Kurikulum berfungsi mempersiapkan anak didik agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk suatu jangkauan yang lebih jauh, apakah anak didik melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi atau persiapan untuk belajar di dalam masyarakat seandainya ia tidak mungkin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  Bersiap untuk belajar lebih lanjut tersebut sangat diperlukan , mengingat sekolah tidak mungkin memberikan semua apa yang diperlukan anak didik, termasuk pemenuhan minat mereka.

5.Fungsi Pemilihan:
  Antara perbedaan dan pemilihan merupakan dua hal yang erat sekali hubungannya.
  Pengakuan atas keberadaan anak didik berarti ada keinginan untuk memberikan kesempatan bagi mereka dalam memilih apa yang diinginkan dan menarik minatnya.
  Untuk itu, dalam mengembangkan sesuatu yang diinginkan dan menjadi minatnya, kurikulum perlu disusun secara luas serta bersifat fleksibel dan luwes, serta dapat memberikan pilihan yang tepat sesuai dengan minat dan kemampuan anak didik yang tentunya beragam.

6.Fungsi diagnostiK:
  Salah satu aspek pelayanan pendidikan adalah membantu dsan mengarahkan anak didik agar mampu memahami  dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan semua potensi yang dimilikinya.
  Ini semua dapat dilakukan apabila mereka menyadari semua kelemahan dan kekuatan yang ada pada diri mereka melalui eksplorasi, sehingga dia sendiri dapat memperbaiki kelemahan tersebut dan mengembangkan kurikulum dalam mendiagnosa dan membimbing anak didik agar berkembang secara optimal.
  Fungsi diagnosa dari kurikulum adalah agar siswa dapat mengadakan evaluasi kepada dirinya dan menyadari semua kelemahan dan kekuatan diri sehingga dapat memperbaiki dan mengembangkannya sesuai dengan kemampuan yang ada, yang pada akhirnya dapat berkembanga secara maksimal dalam masyarakat.

PERANAN PENGEMBANGAN KURIKULUM.
     Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis, mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidik (peserta didik).
     Apabila dianalisis secara sederhana sifat dari masyarakat dan kebudayaan, dimana sekolah sebagai institusi sosial melaksanakan operasinya, paling tidak dapat ditentukan tiga jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat pokok :
     1. Peranan Konservatif :   Kebudayaan mencakup aturan yang berisi kawajiban dan tindakan-tindakan yang  diterima dan ditolak atau tindakan yang dilarang dan yang diizinkan.Kurikulum bisa dikatakan konservatif karena mentransmisikan dan manafsirkan warisan sosial kepada anak didik atau generasi muda
     2. Peranan Kritis dasn Evaluatif
     3. Peranan Kreatif :   Kurikulum melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan konstruksi, dalam arti menciptakan dan menyusun sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa mendatang dalam masyarakat .
»»  READMORE...